adv1

Wednesday, April 25, 2007

Wedang Ronde

...minuman anget yg penuh nostalgia...
Pertama kali kenalan ama minuman ini wkt sy pindah ke Bandung, saat pertama kali jadi anak kost-thn 1988. Mungkin aneh (u/ sebagian orang), masa' masuk SMA baru nyobain ronde, tapi kan better late than never :). Selain kenalan ama ronde, sy kenalan ama bajigur, bandrek, jg sekoteng. Keinget malem2 keluar kamar kost rame2, bawa mug masing2, beli sekoteng yg dijual ama 'mang2' keliling... abis itu semua balik masuk kamar masing2 (=belajar bo).
Sejujurnya, sy gak terlalu doyan bikin penganan ini... duuuh kudu buletin satu2, ngerjain bgt! Tapi demi melepas 'kangen' ya gak apa2 lah. Untung sy nemu resep 'cerdas' dari Primarasa. Gimana gak cerdas... isiannya pake enting2 kacang yg tinggal beli jadi. Serunya lagi sy beli enting2 kacang yg dicampur wijen... wuah, top. Dan makin serunya lagi ternyata kuah ronde itu pake daun jeruk, baru tau sy... wangi deh.
Source: Primarasa Indonesia, Kue Tradisional Nusantara


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

150 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
150 ml air (suhu kamar
1 1/2 sdt air kapur sirih
3 tetes pewarna merah dan hijau
75 gr enting2 (beli jadi) tumbuk kasar
Kuah
750 ml air
150 gr gula pasir
3 lembar daun pandan, potong2
5 lembar daun jeruk
50 gr jahe, memarkan
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
1. Campur tepung ketan & garam dengan air & air kapur sirih. Aduk sampai adonan bisa dipulung. Bagi jadi 3 bagian , masing2 diberi warna merah & hijau, sedang sebagian lagi dibiarkan tetap putih.

2. Buat bulatan sebesar kelereng, isi tengahnya dengan enting2 tumbuk. Masukkan dalam air mendidih dan masak sampai terapung. Angkat, tiriskan. Rendam dalam air matang agar tidak saling melekat.

3. Kuah: Masak air, gula, daun pandan, daun jeruk dan jahe, saring, jerang kembali di atas api, angkat.

4. Penyajian: Masukkan bola2 ketan ke dalam mangkuk/gelas, siram dengan kuah jahe panas. Sajikan panas.

Labels: tradisional beverage

posted by Vania at 11:01 PM 6 comments links to this post

Friday, April 13, 2007

Cheese-Herb Twist

Twist Bread ini sy bikin untuk jadi temen makan fettucine. Ternyata enak juga jadi cemilan :). Sy ama suamiku sih menikmati wangi 'mixed herb' dari bread sticks ini. Tapi anak2 keliatannya prefer pake keju ajah.
Nah berhubung oven sy ukurannya kecil, jadi bread sticks ini gak mungkin seukuran yg ada di resepnya (16-18 inches). Ukuran rata2 bread stick yg sy buat 25 cm (10 inches) saja. Akhirnya jadinya buanyaaak bgt.
Judul asli bread stick ini 'parmesan-herb twists'. Krn sy gak pake parmesan, tp sy ganti ama cheddar cheese, jadi judulnya pun menyesuaikan.
Source: Martha Stewart Living Christmas Cookbook

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Serve this bread sticks before an Italian-inspired meal,
or bundle them together and pair them with a bottle of wine for a nice gift :)

1 1/2 cup all-purpose flour, plus mor for work surface
1/2 tsp salt *
pinch of freshly ground pepper
2 tbsp mixed fresh herbs, such as sage, thyme, or rosemary, finely chopped **
2 tbsp vegetable oil
1 large egg white
1 tsp milk
1/3 cup grated cheddar cheese (about 1 ounce) ***
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

1. Preheat oven to 325 F. In a food processor, pulse together flour, salt, pepper, and herbs. Add oil and pulse until mixture resemble coarse meal. With machine running, add 1/4 cup cold water; process until dough just comes together.

2. Turn out dough onto a lightly floured surface; divide in half. Roll out one piece of dough into a 7 by 9 inch sheet, 1/8 inch thick. In a small bowl, whisk together egg white and milk. Brush dough with egg mixture; springkle generously with cheese.

3. Cut dough along long edge into 1/2 inch strips. Twist each strip, and pull until 16-18 inches long. Transfer to an ungreased baking sheet. Repeat with other piece of dough.

4. Bake until dough just begins to brown and is firm to touch, 20-25 minutes. Transfer strips to a wire rack to cool. Store in an airtight plastic container at room temperature up to 5 days.

*kalau ngegantin parmesan dgn cheedar cheese, tambahin garamnya sesuai selera. Krn parmesan cheese cenderung lebih asin drpd cheedar cheese.
**kalau pake dry herbs, pakai 1/2 takaran saja
*** kalau pake parmesan -- 1/4 cup saja

posted by Vania at 12:11 PM 5 comments links to this post

Monday, April 09, 2007

Homemade PLAY DOUGH

Gak cuma makanan yg pake resep... bikin 'homemade' playdough juga pake 'ramuan' :), supaya adonannya senantiasa kenyal dan gak gampang kering.
Keinget wkt gw masih kecil, nyokap sering bgt bikinin playdough saat beliau mau baking. Biar gw gak 'mengganggu'. Sampe sekarang gak terlupakan deh, gimana kita heboh maen di dapur sampe berlumuran terigu. Unforgettable moment!
Minggu lalu anak2 abis liburan 'Spring Break' selama 10 hari. Gak ada rencana keluar kota... akhirnya kita rame2 nyusun acara, apa aja yg mo dikerjain. Salah satunya ya maen playdough seharian.
Pagi2 gw mulai nyampur2 'ramuan'. Resep aslinya pernah gw dpt dari Prepared Pantry, cuma rasanya perlu di modifikasi dikit, krn hasil yg gw dpt dari resep asli tsb menurut gw terlalu padat/kurang kenyal.
Kalo dulu nyokapku bikinnya ngulenin pake tangan, gw udah bisa pake food processor... tapi diakhiri dgn dibanting2 bentar.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

-resepnya nyusul ya-

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Pic: 'Bakery' by Patricia (top), 'Birthday Cake' by Patrick (below)

posted by Vania at 7:22 PM 6 comments links to this post

Hot Cross BUNs

Hot cross buns, One ha' penny buns,
One ha' penny, Two a penny,
Hot cross buns.
Fresh, sweet buns,
Come and buy my buns, ...

A hot cross bun is a type of sweet spiced bun made with currants and leavened with yeast. It has a cross on the top which might be made in a variety of ways: it could be pastry, made from a simple flour and water mixture, cut from rice paper and glazed onto the bun, iced, or simply cut into the bun itself.
In many historically Christian countries, the buns are traditionally eaten on Good Friday, with the cross standing as a symbol of the crucifixion.
Source: Wikipedia
Buat gw sekeluarga, Hot Cross Buns ini gak terlalu populer. Tapi wkt gw kecil, menjelang Paskah bbrp tetangga suka ngirim ke rumah roti ini dan bbrp makanan khas Paskah lainnya. Kita gak pernah bikin sendiri. Seinget gw dulu yg seringkali dikirimin ama tetanggaku itu crossnya terbuat dari pastry bukan frosting.
Tahun ini gw bikin u/ keluarga gw, krn gak ada yg ngirimin ke rumah :(.
Resep ini sy modifikasi dari buku "Masakan Populer Indonesia". Gak byk yg sy ubah, selain penambahan bread improver, pengurangan jumlah cengkeh bubuk (di resep asli pake 4 sdt), dan sy hilangin 1 bahan yaitu 50gr sukade (yg seharusnya dimasukan bersama2 dgn kismis). Sy gak suka sukade :).
Frostingnya adalah resep sy sediri. Resep aslinya pake gula halus, cuka, esens lemon dan air.
...Hot cross buns, Hot cross buns,
Everybody loves hot cross buns.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
250 ml susu
2 sdm margarine
500 gr tepung terigu (berprotein tinggi)
11 gr ragi instant
1/2 sdt bread improver
100 gr gula pasir
1 sdt kayu manis bubuk
2 sdt cengkeh bubuk
1/4 sdt pala bubuk
2 butir telur
125 gr kismis
kuning telur + 1 sdm susu untuk mengoles
Frosting
100 gr gula halus
2 sdm jeruk nipis
1 sdm air panas
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
1. Panaskan susu bersama margarine sampai margarine leleh, lalu dinginkan
2. Campurkan tepung terigu, ragi, bread improver, gula, kayu manis, cengkeh dan pala sampai rata, kemudian remas2 sampai berbutir-butir. Masukkan telur dan tuang campuran susu-margarine sedikit2 ke dalam tepung sambil diuleni sampai adonan tidak melekat lagi di tangan. Masukkan kismis, aduk rata. Tutup adonan dengan lap lembab selama kira2 1 jam sampai adonan mengembang menjadi 2x besar semula (fermentasi 1).
3. Kempiskan adonan, kemudian bagi dalam bulatan seberat 50-70 gr*. Tutup dengan lap basah dan diamkan selama kira2 15 menit supaya mengembang lagi (fermentasi 2). Setelah itu tekan tiap2 bulatan supaya mengempis. Bulatkan kembali, atur diatas loyang yg telah diolesi margarine. Beri jarak secukupnya. Diamkan selama 1 jam sampai mengembang kembali (fermentasi 3)
4. Dengan menggunakan pisau iris tipis berbetuk silang diatas roti. Olesi dengan campuran kuning telur+susu 5. Panggang dalam oven yg telah dipanaskan dahulu (180 C), hingga kecoklatan-sekitar 30 menit. Angkat dan dinginkan. Olesi menyilang dengan frosting.
Frosting: Aduk bahan frosting jadi satu hingga halus dan rata. Kalau terlalu encer, tambahkan gula... kalau terlalu kental tambahkan air. Sedikit2 ajah.

posted by Vania at 12:29 PM 5 comments links to this post

About Me

My Photo
Name: Vania
Location: Jakarta, Indonesia

View my complete profile

It is very important for me to spend time for personal projects in order to keep my passion alive. Welcome to my blog, enjoy your visit!

Photobucket

*Please do not use my photographs without my permission*

*Mohon tidak menggunakan foto-foto saya tanpa izin*

proud member of

Gede

Indonesian-Travel-Bloggers-Logo-black

www.flickr.com
The Samperuru's V-Recipes - the food photoset The Samperuru's V-Recipes - the food photoset

BAdv
  • Jakarta
  • Jakarta Festivals
  • Pasar Punclut, Bandung
  • Lunar New Year 2562, Jakarta
  • Lunar New Year 2563, Jakarta
  • Cirebon, West Java
  • Semarang, Central Java
  • Solo, Central Java
  • Domas Crater, West Java
  • Jatiluhur, West Java
  • Ciwidey, West Java
  • Sukawana Tea Plantation
  • Pasar Badung, Denpasar, Bali
  • Bali Beaches
  • Bali Highland
  • Mumbai, India

Previous Posts

  • Sate Ambal with 'Tempe Sauce'
  • Kue Sus, our Friday Evening Treat.
  • [event & review] Food-blogger Gathering @ Ten Ten,...
  • The Reasons Why You Should Enjoy Indonesian Street...
  • An evening with Homemade Bandrek and 'flat' Serabi...
  • Enjoying Indonesian Legendary Culinary in One Plac...
  • Es Goyobod, traditional cold beverage from Garut.
  • [event & review] Food-blogger Gathering @ Pepper L...
  • Poffertjes
  • Ginger Pudding & Fried Enoki Mushroom

Archives

  • June 2005
  • July 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • August 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • December 2008
  • January 2009
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • October 2010
  • November 2010
  • December 2010
  • January 2011
  • February 2011
  • March 2011
  • April 2011
  • May 2011
  • July 2011
  • August 2011
  • September 2011
  • October 2011
  • November 2011
  • December 2011
  • January 2012
  • February 2012
  • March 2012
  • April 2012
  • May 2012
  • June 2012
  • July 2012
  • August 2012
  • October 2012
  • November 2012
  • December 2012
  • January 2013
  • February 2013
  • March 2013
  • April 2013
  • May 2013

Food Photography Award


Visit Digital Food Photography

Powered by Blogger

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket