Street Food in Mumbai (1)
Seperti halnya pasar tradisional, 'street food' tidak pernah berhenti menebarkan pesona. Warna-warni jajanan, rasa dan wangi makanan yg eksotik, kelihaian sang vendor mengolah makanan dagangannya, peralatan sederhana yg serba unik hingga penataan dagangan yg menarik menjadi magnet kuat untuk konsumen... selain harganya yg cukup terjangkau! :)
Di Mumbai, street food ini jadi atraksi yg sangat menarik. Banyak yang bisa 'dinikmati' sekalipun kadang gw gak berani nyobain (~ini menyangkut masalah higienis aja, krn sebagian besar makanan tsb dijual di tempat yg sangat terbuka).
Street Food memang sudah menjadi bagian dari budaya warga India terutama sejak ramainya perpindahan penduduk ke daerah perkotaan. Sangat menarik menyaksikan berjenis-jenis makanan yg ditawarkan, juga konsumen yg ramai mengelilingi si pedagang-hingga akhirnya tempat itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi.
Pedagang makanan, yg sebagian besar berjualan di tepi jalan besar, sudah mulai 'berjuang' sejak pagi hari, menawarkan berbagai jenis 'sarapan'. Pemandangan menarik bisa dinikmati tiap pagi, makanan beruap, buah2an tertata menarik, uap teh yg ngebul2, roti bakar wangi...rame dikerubutin pekerja yg menuju tempat kerjanya. Lunch time gak kalah seru, sampai jalanan pun jadi macet. Dan menjelang sore, jenis yg sama dengan jajanan siang hari tetap rame disamperin orang2 yg kelelahan pulang kerja. Jangan harap ketemu sate ayam atau burger di antara dagangan makanan tsb. Sebagian besar masyarakat sini adalah vegetarian, jadi yg diperdagangkan pun makanan vegetarian.
Sandwich & Toast
Street Food memang sudah menjadi bagian dari budaya warga India terutama sejak ramainya perpindahan penduduk ke daerah perkotaan. Sangat menarik menyaksikan berjenis-jenis makanan yg ditawarkan, juga konsumen yg ramai mengelilingi si pedagang-hingga akhirnya tempat itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi.
Pedagang makanan, yg sebagian besar berjualan di tepi jalan besar, sudah mulai 'berjuang' sejak pagi hari, menawarkan berbagai jenis 'sarapan'. Pemandangan menarik bisa dinikmati tiap pagi, makanan beruap, buah2an tertata menarik, uap teh yg ngebul2, roti bakar wangi...rame dikerubutin pekerja yg menuju tempat kerjanya. Lunch time gak kalah seru, sampai jalanan pun jadi macet. Dan menjelang sore, jenis yg sama dengan jajanan siang hari tetap rame disamperin orang2 yg kelelahan pulang kerja. Jangan harap ketemu sate ayam atau burger di antara dagangan makanan tsb. Sebagian besar masyarakat sini adalah vegetarian, jadi yg diperdagangkan pun makanan vegetarian.
Sandwich & Toast
Chai (~teh)
Budaya minum teh memang udah jadi kebiasaan umum orang sini. Gak heran lah, karena India memang penghasil teh terbesar di dunia dan sekaligus jadi negara peminum teh. Tiap tahun India memproduksi 500 juta kg teh! Pasti familiar dong dgn tempat2 penghasil teh spt Assam, The Nilgiris juga Darjeeling.Teh tsb... 1/2 diexport, sisanya diminum sendiri. Teh benar2 jadi minuman nasional. Yg dijual tentu bukan jenis teh celup, tapi teh daun yg didihkan kemudian dicampur susu dan gula dalam sebuah panci besar dengan kompor sederhana plus peralatan serba 'stainless steel'. Disaring, dituang dalam teko dan dinikmati gelas2 kaca berukuran kecil (terlalu kecil menurut gw :D). Pedagang teh ada yg bersepedah ada yg buka warung sederhana dipinggir jalan, sampai yg niat bikin warung permanen. Semua sama lakunya.
Gw sendiri, sejak tinggal di sini... jadi peminum Twinings! yihaaah... krn produksi lokal, harganya sangat terjangkau.

Traditional Food Nah ini menarik banget. Jenisnya sangat banyak, variannya pun gak kalah banyaknya. Gw gak bisa terlalu byk cerita, krn lidah gw belum terlalu bersahabat dengan makanan2 ini :(. Hampir semua yg dijual vegetarian food. Kacang2an, kacang berbagai jenis digoreng dan dicampur berbagai bumbu, begitu kita beli dibungkus dalam keras berbentuk kerucut. Goreng2an juga ada berbagai jenis, yg familiar cuma samosa.
Nah gambar disamping ini 'ragda puri'. Varian puri (kadang berbentuk kepingan gepeng atau bola kopong) ini juga gak kalah byk, selain ragda puri ada lagi Bhel Puri (yg paling beken), ada shev puri, dan entah apa lagi. Kalo yg namanya tandoori chicken, gak ada di pinggir jalan :).
'ready to eat' F
ruitDi sini buah sangat gampang ditemui, dan harganya sangat terjangkau. Anggur dijual dengan gerobak, bertumpuk2 di pinggir jalan. Manis, tanpa biji!Strawberry, merah merekah, ukurannya gede2, kayag California Strawberry :D. 1 kg dijual 50 rupees (~Rp 12.500). Buah tropis juga gak susah ditemui. Mulai dari nanas, semangka sampe sawo.
Pedagang buah siap makan pun gak kalah banyak. Biasanya buah2an tsb dijual di piring2 kecil, dicampur berbagai jenis buah, dan ditata dengan menarik. Lumayan menggoda, dan cukup digemari. Sayangnya, dijual dalam keadaan terbuka. (mmm kayagnya org sini udah imun dari berbagai kuman). Biasanya kalo summer pedagang buah ini makin dicari banyak orang.
Satu hal yg cukup menarik, sebagian Street Food Vendor ini adalah kaum lelaki. Weekend kemaren gw jalan (& foto2) di sebuah jalan besar di down town yg disepanjang trotoarnya dipenuhi 'street food' ini. Gak satupun pedagangnya wanita! Pembelinya... lagi2 90% lelaki. Kalaupun ada wanita, paling mereka 'take away' makanannya. Bisa dibayangkan betapa gw dipandangi 'aneh' ama orang2 disana. Apa boleh buat.... the show must go on. Street Food akan selalu menarik perhatian gw, membuat gw penasaran dan akan gw samperin!
...gak ada resep baru kali ini :)
Labels: India, Steet Food





















































