adv1

Tuesday, September 30, 2008

[Click-Crust] Vegetable Potli Samosas

You will be dissapointed if you're expecting to find samosa recipe here. I'm not posting it at least for now. I never post any recipes in my blog if I haven't tried yet that recipe & I'm convinced that it works. I didn't make the samosas on the picture below. I got them as simple as one, two, three: go outside, buy, bring them home!
Samosas are the most popular savoury snack in India. In Mumbai, you can find them from any fancy restaurants to the simple street food stalls. My samosas, I bought them in a cafe near by our apartment. Samosa deep-fried crispy pastries filled with a spicy vegetable mixture, a spicy meat and pea mixture, or, sometimes paneer. They can be eaten while still steaming hot or carried away to be eaten cold.

VegPotliSamosa1

The picture above is my entry to Click Montly Event. The theme for this month is Crusts. I got the idea just last week, when I was photo hunting around a place called Muhammad Ali Road somewhere in Southern Mumbai. I was so excited to see how Indian Muslims celebrating the holy month of Ramadhan, since I come from Indonesia as the most populous Muslim country in the world.

VegPotliSamosa2

There are many mosques around Muh. Ali Rd. Judging from the architecture, you can tell that most of them are very old. It is very interesting that these mosques were built in colorful, pretty and very beautiful details. You can see some of them in my flickr. Unfortunately, I wasn't allowed to go inside to take picture (ah poor me).
Other than old & beautiful mosques, I found that the people there are very friendly and also they have very interesting and unique street foods. There're too many of them and smelled so good, but eventhough I wasn't fasting, I didn't have enough gut to try them. ha..ha..
Hey, this is for a healthy reason! too many flies :)

Street Food during Ramzan

In one corner, I saw a very hungry boy busy eating fresh fried samosas. He gave me the idea for this click event. Yeah, CRUSTs of samosa...

For all muslims around the world,
Mosque2
Eid Mubarak!

posted by Vania at 8:37 PM 21 comments links to this post

Thursday, September 25, 2008

Kroket Kentang

Kroket atau Croquette adalah satu satu snack populer di Indonesia yg diperkenalkan pada zaman penjajahan Belanda dulu. Bahkan banyak orang yg menganggap ini adalah salah satu penganan khas Indonesia. Boleh-boleh aja lah...
Gak susah nemuin resep kroket di internet, search kata kunci 'kroket' dijamin dalam sekejap ada puluhan resep yang bakal muncul. Variasi kroket saat ini pun makin beragam, mulai dari yang klasik, sampe yg isi ragut, ikan, keju, dan kayagnya masyarakat kita udah makin kreatif untuk mencari ide baru di dunia kuliner.
Saya sendiri mencari-cari resep yg 'standar', yg paling klasik untuk dicoba. Kemudian saya tambahin sedikit keju di isinya dan untuk 'coating'nya saya pake 2 jenis tepung roti. Tepung roti biasa untuk lapisan pertama dan tepung 'panko' untuk lapisan ke dua (biar lebih garing 'kriuk-kriuk').
Karena beberapa bahan di resep ini memakai takaran 'secukupnya' untuk garam, merica dan pala, saran saya ...sering2 dicicip saja. Jadi sejak awal ketahuan apakah kurang rasa atau sudah cukup.

KroketKentang

source: Masakan Populer Indonesia disusun oleh Hiang M, Roos S, Hayatinufus Tobing.
Isi:
2 sdm margarin
4 butir bawang merah cincang
1 siung bawang putih, cincang
200 gr daging sapi cincang
garam secukupnya
merica secukupnya
pala (bubuk) secukupnya
100 ml air
1 wortel, potong dadu ukuran 1/2 cm
2 batang seledri, iris halus
1 sdm tepung terigu, aduk dengan 3 sdm air
100 gr tepung roti
1 butir telur, kocok dengan 1 sdm air
minyak goreng secukupnya.

Pure Kentang
500 gr kentang yang tua
2 sdm susu bubuk
1/4 sdt pala
1/2 sdt garam

Isi: Panaskan margarin, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan daging cincang tambakna garam, merica, pala. Tuang air dan masak sampai daging lunak. Masukkan wortel, masak hingga matang kemudian masukkan seledri dan campuran air dan tepung. Aduk hingga adonan mengental kemudian angkat dan sisihkan.

Pure Kentang: Kukus kentang hingga matang, kemudian kupas kulitnya. Haluskan kentang, masukkan susu bubuk, pala dan garam, kemudian aduk hingga rata.

Ambil adonan kentang kira-kira sebesar telur ayam*, pipihkan dan taruh 2 sdt adonan daging di tengahnya. Tutup dengan kentang dan bentuk bulat lonjong**.
Gulingkan kroket dalam tepung roti. Setelah itu masukkan ke dalam telur yang sudah dikocok. Terakhir gulingkan sekali lagi ke dalam tepung roti***.
Siapkan wajan berisi minyak goreng. Agar kroket tidak pecah, minyak harus banyak hingga kroket terendam. Gorenglah beberapa kroket sekaligus, jangan terlalu banyak, di dalam minyak panas sampai warnanya kuning kecoklatan.

KroketKentang

KroketKentang KroketKentang KroketKentang

* saya prefer sebesar bola golf :) ...serius lho! ukuran ini paling pas deh.
1 resep jadi 15 kroket.
** saat memipihkan adonan, mengisi dan membulatkan kembali, lalukan sambil dipadatkan.
***lapisan ke dua ini saya pake tepung panko. Setelah kroket digulingkan di atas tepung, sedikit ditekan2 pakai tangan agar lapisan tepung tsb menempel dengan baik.
~Note: Ternyata isi kroket sesuai resep yg saya siapkan bersisa (kebanyakan). Saya tuang ke campuran telur dadar untuk anak2, jadi telur dadar berisi daging & wortel :).

posted by Vania at 6:04 PM 7 comments links to this post

Soto Banjar

Ini adalah kali pertama saya masak Soto Banjar, sekaligus kali pertama ikutan event 'Masak Bareng Yuk' yg dipromotori Ayin, Deetha dan Shinta. Seru banget ibu2 ini, mereka tinggal di negara yg berbeda, Ayin di Norway, Deetha di Indonesia tepatnya di Semarang, sedang Shinta di Jepang. Yang mo ikutan,...yoook masak bareng! Tema bulan ini Soto Banjar.
Sebenarnya saya pernah nyicipin soto ini, kira2 awal tahun 2000, tapi bener2 udah gak inget gimana rasanya. Setelah ngubek2 resep (ada 3 resep Soto Banjar yg saya dapat dari tumpukan 'koleksi' buku resep dan folder berisi potongan2 resep) akhirnya 1 resep pilihan adalah dari 'potongan' majalah femina zaman dulu.
Yang unik dari bahan soto ini adalah digunakannya beberapa jenis rempah2, pala, cengkeh, kayu manis dan kapulaga (cardamom). Hasilnya sotonya jadi wangi rempah. Bener2 unik deh. Proses pemasakannya gak terlalu rumit, malah Majalah Femina mengkategorikan resep ini 'Mudah Sekali'. hah! Beneran gak sulit kog, cuma perlu waktu yg cukup u/ nyiapin bumbu dan seluruh 'perlengkapan' soto ini. Tipical soto ala Indonesia, pake perkedel, suun (terpaksa saya ganti bihun krn gak ada suun di sini), irisan telur rebus dan sambel, juga taburan daun bawang, seledri dan bawang goreng. Di rumah kita, belum lengkap tanpa kerupuk!

"Soto Banjar ini mungkin sedikit berbeda dari soto pada umumnya. Dari warnanya saja sedikit lebih bening dengan sedikit semburat warna kuning. Hmm.. mungkin hal tersebut disebabkan karena soto ini tidak memakai kunyit melainkan kayu manis". detik food
Saat lagi masak kuah, saya pikir soto saya gak 'sukses', krn kuahnya rada gelap dari warna rempah2 itu. Ternyata setelah masukin sedikit susu cair... tereeeng jadi deh kuah soto yg lebih bening itu dan gurih. Soto ini saya siapkan untuk makan malam 2 hari yang lalu. Semua menikmati, komentar suami saya, "Serasa makan soto di warung".

Soto Banjar

Soto Banjar khas Kalimantan
sumber : Majalah Femina, Indonesia.
**Kaldu:
3 sdm minyak untuk menumis
3 butir kapulaga, memarkan *saya pake 1 sdt bubuk kapulaga
1/2 butir pala
5 butir cengkeh
3 cm kayu manis
1 sdt merica bubuk
2 liter air
600 g (1 ekor ayam kampung) *sy pake ayam 'biasa'
1 butir kaldu padat bentuk dadu, siap pakai, remas-remas
50 ml susu cair
Bumbu, haluskan:
150 gr bawang merah
30 gr bawang putih
2 sdt garam
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, kapulaga, pala, cengkeh, kayu manis dan merica bubuk, hingga harum dan matang. Angkat.
2. Didihkan air, masukkan bumbu tumis dan ayam, aduk rata. Masak hingga ayam matang dan lunak. Tiriskan ayam dan suwir-suwir dagingnya, sisihkan. Masukkan sisa tulang ke dalam kaldu mendidih, aduk rata. Didihkan kaldu sekali lagi. Angkat.
3. Saring kaldu hingga 1250 ml, didihkan kembali. Masukkan kaldu padat remas dan susu cair, aduk rata dan didihkan sambil aduk-aduk agar susu tidak pecah. Angkat.
**Pelengkap:
Lontong/ketupat/ buras siap pakai, potong-potong
Perkedel kentang
150 gr suun, rendam air panas, tiriskan
4 butir telur ayam rebus, kuaps, iris tipis melintang
4 batang seledri, iris halus
4 batang daun bawang, iris halus
6 sdm bang merah goreng
6 sdm kecap manis
2 buah jeruk nipis, potong membujur, ambil airnya
**Penyajian:
Dalam mangkok saji, atur ayam suir dan bahan pelengkap.
Tuangi kaldu mendidih dan sajikan bersama sambal rawit.

Soto Banjar

Perkedel Kentang
~note: Saya buat 2x resep di bawah
200 gr kentang, kupas, potong, rendam air, tiriskan
Minyak untuk menggoreng
1 siung bawang putih, haluskan
1 sdm bawang goreng
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 butir (50 gr) telur ayam, kocok lepas.

Goreng kentang hingga matang. Angkat, tiriskan.
Haluskan selagi panas bersama bawang putih, bawang merah goreng, garam dan merica bubuk. Bentuk adonan perkedel menjadi bulat pipih dengan diameter 3 cm. Celupkan dalam telur kocok hingga rata seluruh sisinya. Goreng hingga matang dan berubah warna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan.
Tips:
-Pisahkan isidengan kaldu soto agar soto tidak mudah basi.
-Untuk perkedel, pilih kentang tes yg tua dan berwarna kuning. Rendam dulu kentang yg sudah dipotong dalam air dingin agar kentang tidak hitam.

posted by Vania at 10:33 AM 18 comments links to this post

Puding Kampoeng

Ada yang menyebutnya dengan puding gula merah (seperti di resepnya), ada juga yg menyebutnya dengan agar-agar karang. Kita di rumah lebih suka nyebutnya dengan puding kampung. Karena rasanya 'ngampung' (susah nih mendefinisikannya), mengikatkan masa kecil dulu sekalipun masa kecil kita gak tinggal di kampung2 banget :). Pada familiar gak sih ama puding ini?
Bikinnya gampang banget, cuma campur bahan sesuai resep dan terus diaduk-aduk agar santannya gak pecah. Cukup sekali dididihkan ya.

PudingKampoeng1

Puding Gula Merah
source : Majalah Femina, Indonesia (tema resep : Rasa Klasik yg Menggoda).
Bahan:
300 gr gula merah, sisir halus *sy pake Jaggery, gula merah India :)
100 ml air
4 cm kayu manis batang
750 ml santan kental dari 1 butir kelapa parut
2 butir telur ayam kocok lepas
1 bungkus (7gr) agar-agar bubuk warna putih
4 lembar daun pandan, simpulkan
Pelengkap:
200 gr daging kelapa muda, keruk *sy pake kelapa parut yg dikukus dgn sedikit garam.

1. Siapkan cetakan sesuai selera (di resep: 2buah cetakan berbentuk segitiga @750 ml). Basahi dengan air. Tiriskan. Sisihkan.
2. Masak gula bersama air dan kayu manis hingga gula larut, angkat. Saring.
3. Masukkan ke dalam santan. **Tambahkan telur, agar-agar, dan daun pandan, aduk rata. Jerang di atas api kecil hingga mendidih, angkat.
4. Tuang adonan ke dalam cetakan. Hilangkan uap panasnya. Simpan dalam lemari pendingin.
5. Keluarkan puding dari cetakan. Potong-potong sesuai selera.
Sajikan bersama daging kelapa muda.

jaggery PudingKampoeng2 PudingKampoeng3

**kayu manisnya juga dimasukin ke campuran santan lagi, biar puding lebih wangi.

posted by Vania at 9:50 AM 8 comments links to this post

Monday, September 22, 2008

Bolu Kukus

Case closed!
Akhirnya terobati rasa penasaran krn kegagalan bolu kukus yg lalu itu.
Jumat, 12 Sept 2008,
04.20am
Setelah suami saya berangkat (ke airport u/ dines keluar kota)... saya mulai nyiapin peralatan di dapur, dan mulailah acara membuat bolu kukus. Kali ini dengan resep yg berbeda dengan sebelumnya. Kalau sebelumnya hanya pake putih telur (sebenarnya di situ kehebatannya), kali ini pake telur utuh. Ya udah lupakan masalah diet kuning telur demi keberhasilan pembuatan bolu kukus :D.
05.25 am
Setelah proses pengukusan sekitar 20 menit (tanpa boleh membuka dandang), dengan rada deg-degan (seperti nunggu pengumuman 'umptn', yg hasilnya ditunggu subuh2 banget), terreeeeng... ohhh senangnya liat bolu kukus bermekaran :)
Sebenarnya sy bikin 2 versi, satunya lagi versi pake meises (chocolate rice) seperti saran Ayu di postingan bolu kukus yg gagal itu (thank you Yu, you're an angel!), cuma krn keburu dibawa anak2 ke sekolah jadi gak sempet di foto. Jadi... terobati sudah rasa penasaran itu.

Bolkus1

source: Makanan Kecil Terlezat (Seri Masak Femina Primarasa)
Bahan:
2 butir telur
2 kuning telur
250 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
175 ml air soda manis
1/4 sdt pewarna merah (sesuai selera) *sy pake warna hijau!
Mangkuk kue dari kertas (paper cup) :)

1. Didihkan air dalam dandang dengan api besar. Bungkus tutup dandang dengan serbet. Alasi 18 buah cetakan bolu kukus dengan mangkuk kue dari kertas.
2. Kocok telur, kuning telur dan gula dengan mikser berkecepatan tinggi hingga putih dan kental. Tandanya jika diangkat dengan spatula, adonan jatuh meninggalkan jejak seperti pita.
3. Masukkan tepung dalam beberapa tahap, aduk dengan spatula. Tuangi air soda, aduk hingga rata. Ambil 100 ml adonan, tambahkan pewarna merah, aduk rata.
4. Tuang adonan putih ke dalam cetakan bolu kukus hingga hampir penuh. Tuangi atasnya dengan 1 sdt adonan merah.
5. Masukkan ke dalam dandang yg sudah dipanaskan, tutup dandang, kukus dengan api besar hingga matang (sekitar 20 menit). Keluarkan cetakan dari dandang, lepaskan mangkuk kue dari cetakan.
Sajikan (kalo mekar :D)

Bolkus4 Bolkus3 Bolkus2

Tip : Kukus adonan sekaligus dan jangan biarkan adonan menunggu terlalu lama sebelum dikukus. Tujuannya agar udara dalam adonan tidak menguap membuat adonan tidak dapat mekar.

posted by Vania at 1:58 PM 12 comments links to this post

Tuesday, September 09, 2008

Carrot Pineapple Upside-down Cake

Enak Banget!
Udah beberapa bulan terakhir 'sweet tooth' gw satu persatu mulai 'tanggal'. ha..ha.. Entah kenapa gw gak terlalu tertarik ama makanan yg manis2. Maka itu jadi jarang buat cake (kecuali ada yg ulang tahun), sampe jarang baking-baking juga (kecuali bikin muffin u/ bekelan anak2). Tapi begitu ngeliat resep ini di majalah, kog keliatan menarik. Setelah nyoba buat, ... hasilnya enak banget. Kombinasi yg cukup seru antara 'pineapple upside-down cake' dan 'carrot cake'. Emang dibutuhkan 'effort' yg sedikit lebih besar, terutama untuk bersiin nanas :). (kalo males, bisa aja pake nenas kaleng... cuma gw tetep prefer pake nanas segar).

Pineapple Upside-down Carrot Cake

Gak ada tips khusus untuk pembuatan cake ini. Ikutin step-by-step resep di bawah, pasti jadi deh. Nah, saat cake ini matang, keluar dari oven, usahakan kondisi kita tidak dalam keadaan lapar. Kenapa? karena wangi cake ini akan sangat menggoda, dan emang enak banget makan cake yg masih anget2 kan. Cuma jenis cake ini butuh waktu untuk 'cooling down', yang kalau masih panas/hangat dipotong cakenya masih mudah hancur.
Jadi setelah cake keluar dari oven, biarkan bbrp saat dalam loyang. Setelah itu baru dibalik dan letakkan diatas rak kawat (~wire rack), biarkan 1/2 - 1 jam baru dipotong.

Pineapple Upside-down Carrot Cake

Untuk resep ini saya tambahin kacang walnut, yg ditabur diantara nanas yg sebelumnya udah diatur di dasar loyang. Brown sugar saya ganti pake campuran gula pasir dan palm sugar (1:2). Nanas, pake yg mateng biar manis. Tapi jangan yg terlalu matang (berair), ntar cakenya benyek.

Pineapple Upside-down Carrot Cake

Carrot Pineapple Upside-down Cake
Source: Better Homes and Gardens India, April 2008
prep: 30 min, bake 45 min, cook 35 min.
1/3 cup packed brown sugar
2 tbsp butter
1 tbsp water
6-8 1/2 inch thick slices fresh pineapple, cored and halved
2 cups all purpose flour
1 tbsp baking powder
1/2 tsp salt
1/tsp ground nutmeg
1/2 cup butter, softened
1 cup granulated sugar
2 eggs
1 tsp vanilla
3/4 cup milk
3 carrots, finely shredded (1 1/2 cups)

1. Preheat Oven to 350F. Lightly coat a 9x9x2 inch baking pan with non-stick cooking spray or oil; set aside.
2. In a small sauce pan, combine brown sugar, 2 tbsp butter, and water. Cook and stir over medium heat until mixture comes to boiling and is smooth. Pour in prepared pan; tilt to evenly coat bottom. Arrange pineapple slices over top.
3. In a medium bowl, combine flour, baking powder, salt and nutmeg; set aside.
4. In a large mixing bowl, beat 1/2 cup butter on medium-high for 30 seconds.
Gradually add granulated sugar, beating until combined; beat 2 minutes more.
Add eggs, one at a time, beating well after each addition.
Beat in vanilla.
Alternally add flour mixture and 3/4 cup milk; beat on low after each just until combined.
Stir in carrots. Spread batter over pineapple.
5. Bake 45 minutes or until golden and wooden pick inserted in centre comes our clean. Cool in pan on the rack for 5 minutes. Invert on platter. Cool 30 minutes.

posted by Vania at 12:02 PM 16 comments links to this post

Monday, September 01, 2008

Intermezzo 2: Modak

Modak is a typical Maharashtrian* delicacy. It became well known during the rule of the Peshawas, who were staunch Ganesh worshippers.

Modak on the box

Perkenalkan, ini adalah Modak. Penganan manis yang sedang naik daun di Mumbai. Makanan ini akan makin beken dalam beberapa hari kedepan, tepatnya selama Ganesh Festival yang akan berlangsung 2 hari lagi. Salah satu tradisi selama festival adalah membawa 21 atau 108 modaks ini untuk 'Lord Ganesh', karena konon modak adalah makanan favorite beliau (mengapa 21, mengapa 108... sampai saat ini belum ada informasi yang menjelaskan hal tersebut).

modak1

Proses pembuatan modak sendiri cukup rumit. Saat ini di berbagai pasar dan supermarket banyak dijual cetakan modak. Prinsip kerjanya hampir sama dengan cetakan pastel (yang berbentuk lingkaran penuh kemudian letakkan kulit pastel, diisi 'filling' pastel dan kemudian lingkaran itu dilipat hingga membentuk 1/2 lingkaran), hanya saja cetakan modak ini bentuknya menyerupai kerucut yang bisa terbelah dua. Bagian kulit modak terbuat dari tepung beras dan isinya adalah kelapa parut yang terlebih dahulu sudah diberi pemanis, entah itu pakai gula pasir atau jaggery (gula merah India). Kadang modaks pun diberi tambahan saffron.
Selanjutnya modaks di kukus dan bisa disajikan hangat atau dingin. Belakangan masyarakat milih menggoreng modaks ketimbang di kukus. Alasannya agar lebih awet dan tidak basi.
Nah mengapa saya katakan pembuatan modak ini cukup rumit, karena memang tidak mudah untuk membuat 'perfect modaks'. Lapisan tepung berasnya tidak boleh terlalu tebal juga tidak terlalu tipis, selain itu harus cukup kuat menahan isi modaks selama proses pemasakan (baik itu dikukus atau digoreng). Adonan isinya (disebut 'saaran') wujud idealnya moist, tidak kering tidak juga basah/watery.
Itu juga yang menjadi alasan sebagian orang milih untuk membeli modaks siap saji ketimbang membuat sendiri. Ya seperti saya ini lah. Kalo lagi di Indonesia juga saya jarang membuat kueh tradisional, selain faktor kegagalannya tinggi, saya pikir lebih baik beli saja... karena gampang ditemukan dan harganya sangat terjangkau. Sedang di sini, apa boleh buat, mau tidak mau harus membuat sendiri.
Tapi tidak sedikit juga masyarakat yang lebih menyukai 'homemade modaks'. Ya itu pilihan masing-masing.

Modak5 @ Lalbaug Market

Modak1 @ Lalbaug Market Modak2 @ Lalbaug Market Modak3 @ Lalbaug Market
pic: Modaks di balik etalase kaca.
Di bakery ataupun pasar/supermarket ada bermacam-macam variasi ukuran modaks ini, dari yang mungil sekali hingga yang beratnya 5 kg! Rasanya pun sudah makin bervariasi. Mungkin mirip modifikasi kue-kue populer Indonesia saat ini; kue sus sekarang isinya sudah bermacam-macam tidak sekedar 'fla' atau 'cream' saja, sudah ada rasa keju hingga sus rasa tiramizu. Salah satu varian modaks yang sekarang ada bagian luarnya terbuat dari susu kental manis ditambah tepung, jadi rasanya 'milky' sekali.

Sejauh ini, menurut saya modak ini terlalu manis, agak sulit untuk saya menikmatinya.
'Happy Ganesh Chaturthi'

Lalbaug Market, Mumbai

* Maharashtrian: Marathi people, those from the state of Maharashtra in India.
Mumbai, formerly Bombay, is the capital of the
Indian state of Maharashtra.

posted by Vania at 12:51 PM 8 comments links to this post

About Me

My Photo
Name: Vania
Location: Jakarta, Indonesia

View my complete profile

It is very important for me to spend time for personal projects in order to keep my passion alive. Welcome to my blog, enjoy your visit!

Photobucket

*Please do not use my photographs without my permission*

*Mohon tidak menggunakan foto-foto saya tanpa izin*

proud member of

Gede

Indonesian-Travel-Bloggers-Logo-black

www.flickr.com
The Samperuru's V-Recipes - the food photoset The Samperuru's V-Recipes - the food photoset

BAdv
  • Jakarta
  • Jakarta Festivals
  • Pasar Punclut, Bandung
  • Lunar New Year 2562, Jakarta
  • Lunar New Year 2563, Jakarta
  • Cirebon, West Java
  • Semarang, Central Java
  • Solo, Central Java
  • Domas Crater, West Java
  • Jatiluhur, West Java
  • Ciwidey, West Java
  • Sukawana Tea Plantation
  • Pasar Badung, Denpasar, Bali
  • Bali Beaches
  • Bali Highland
  • Mumbai, India

Previous Posts

  • Apple Crumble
  • Sate Ambal with 'Tempe Sauce'
  • Kue Sus, our Friday Evening Treat.
  • [event & review] Food-blogger Gathering @ Ten Ten,...
  • The Reasons Why You Should Enjoy Indonesian Street...
  • An evening with Homemade Bandrek and 'flat' Serabi...
  • Enjoying Indonesian Legendary Culinary in One Plac...
  • Es Goyobod, traditional cold beverage from Garut.
  • [event & review] Food-blogger Gathering @ Pepper L...
  • Poffertjes

Archives

  • June 2005
  • July 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • February 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • August 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008
  • December 2008
  • January 2009
  • February 2009
  • March 2009
  • April 2009
  • May 2009
  • June 2009
  • July 2009
  • August 2009
  • September 2009
  • October 2009
  • November 2009
  • December 2009
  • January 2010
  • February 2010
  • March 2010
  • April 2010
  • May 2010
  • June 2010
  • August 2010
  • September 2010
  • October 2010
  • November 2010
  • December 2010
  • January 2011
  • February 2011
  • March 2011
  • April 2011
  • May 2011
  • July 2011
  • August 2011
  • September 2011
  • October 2011
  • November 2011
  • December 2011
  • January 2012
  • February 2012
  • March 2012
  • April 2012
  • May 2012
  • June 2012
  • July 2012
  • August 2012
  • October 2012
  • November 2012
  • December 2012
  • January 2013
  • February 2013
  • March 2013
  • April 2013
  • May 2013

Food Photography Award


Visit Digital Food Photography

Powered by Blogger

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosted by Photobucket.com

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket